BSC5BSrlGSO8GUd8BSd5GUY5Gd==

BMKG Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah Awal Januari 2026, Hujan Lebat Berpotensi Meluas

BMKG Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah Awal Januari 2026
BMKG Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah Awal Januari 2026. (Ilustrasi)

JATENGTERKINI.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah pada awal Januari 2026.

Periode kewaspadaan ini berlaku mulai 1 hingga 3 Januari 2026, menyusul terdeteksinya dinamika atmosfer yang berpeluang memicu peningkatan intensitas hujan.

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini menunjukkan sejumlah faktor yang saling mendukung terjadinya cuaca ekstrem.

Salah satu pemicunya adalah suhu permukaan Laut Jawa yang terpantau relatif hangat, sehingga meningkatkan suplai uap air ke wilayah daratan.

"Hangatnya suhu permukaan laut di wilayah Laut Jawa berpotensi adanya penambahan massa uap air yang mendukung pembentukan dan pertumbuhan awan konvektif," katanya.

Selain suhu laut, BMKG juga mencatat nilai indeks surge mencapai +10,5. Angka tersebut mengindikasikan adanya aliran udara dingin dari Benua Asia yang turut memperkuat proses pembentukan awan hujan.

Ditambah dengan kondisi kelembapan udara yang basah di berbagai lapisan atmosfer serta labilitas lokal yang cukup kuat, peluang tumbuhnya awan konvektif jenis Cumulonimbus semakin besar.

“Kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah Jawa Tengah,” tulis BMKG dalam rilis resminya.

Peta wilayah terdampak cuaca ekstrem

BMKG memetakan potensi cuaca ekstrem ini secara bertahap. Pada Kamis, 1 Januari 2026, wilayah yang berpeluang terdampak meliputi Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Semarang, Salatiga, hingga Boyolali.

Memasuki Jumat, 2 Januari 2026, area terdampak diperkirakan semakin meluas, mencakup kawasan pesisir utara hingga wilayah tengah dan selatan Jawa Tengah.

Beberapa daerah yang masuk dalam daftar antara lain Kota Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Grobogan, Kebumen, Purworejo, Surakarta, Klaten, Sukoharjo, Sragen, dan Karanganyar.

Sementara itu, pada Sabtu, 3 Januari 2026, hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Brebes, Pekalongan, Batang, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, serta kawasan Magelang.

Imbauan kewaspadaan untuk masyarakat

Menanggapi potensi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik.

Risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor perlu diantisipasi sejak dini, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan.

Masyarakat diminta untuk menjauhi bantaran sungai saat hujan deras serta menghindari aktivitas di lereng atau kawasan yang berpotensi longsor.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan agar tidak beraktivitas di luar ruangan ketika hujan disertai petir dan angin kencang, serta menjauhi pohon besar, baliho, maupun tiang listrik yang berisiko roboh.

Di sisi lain, pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan meningkatkan langkah mitigasi serta memperluas penyebaran informasi peringatan dini kepada masyarakat.

Untuk memperoleh pembaruan cuaca terkini, masyarakat dapat memanfaatkan kanal resmi BMKG melalui situs web, media sosial, aplikasi Info BMKG, maupun layanan call center BMKG.

slot777

Ketik kata kunci lalu Enter

close