![]() |
| Raja Charles Tegaskan Hukum Harus Ditegakkan Usai Pangeran Andrew Ditangkap Terkait Kasus Jeffrey Epstein |
JATENGTERKINI.ID — Penangkapan Andrew Mountbatten-Windsor mengguncang publik Inggris. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, seorang anggota keluarga kerajaan dilaporkan ditahan dan diperiksa aparat kepolisian terkait dugaan pelanggaran serius.
Langkah tegas aparat ini mendapat perhatian luas, termasuk dari sang kakak, Charles III. Raja Charles secara terbuka menegaskan komitmennya terhadap supremasi hukum, meski yang diperiksa adalah saudara kandungnya sendiri.
Andrew diamankan dan dibawa ke kantor polisi di Aylsham, Norfolk, untuk menjalani pemeriksaan atas dugaan membagikan materi rahasia kepada terpidana kejahatan seksual anak, Jeffrey Epstein. Proses interogasi berlangsung hingga malam hari.
Sekitar pukul 19.00 waktu setempat, Pangeran Andrew terlihat meninggalkan kantor polisi dengan mobil yang membawanya menjauh dari lokasi pemeriksaan. Mengutip laporan media Inggris, pihak kepolisian menyatakan ia telah dibebaskan dengan status masih dalam penyelidikan.
Penggeledahan properti milik Andrew
Kepolisian Thames Valley mengonfirmasi bahwa selain pemeriksaan terhadap Andrew, aparat juga melakukan penggeledahan di sebuah properti di Norfolk. Sementara itu, penggeledahan di Royal Lodge, Windsor, Berkshire—alamat lamanya—masih terus berlangsung.
Sejak pagi hari, suasana di sekitar kediaman Andrew di Wood Farm, kawasan Sandringham, tampak berbeda dari biasanya. Sekitar pukul 08.00, mobil polisi tanpa tanda pengenal serta sejumlah petugas berpakaian preman terlihat berada di lokasi.
Penangkapan ini terjadi tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-66, menjadikannya momen yang semakin menyita perhatian publik dan media internasional.
Sikap tegas Raja Charles
Menanggapi situasi tersebut, Raja Charles menyampaikan dukungan penuh terhadap proses hukum yang berjalan. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pengecualian dalam penegakan hukum.
“Hukum harus ditegakkan,” kata Raja Charles.
“Selanjutnya akan dilakukan proses yang lengkap, adil, dan untuk menyelidiki masalah ini dengan cara yang tepat oleh pihak berwenang,” kata Charles dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan itu dinilai sebagai sinyal kuat bahwa institusi monarki tidak akan menghalangi jalannya proses hukum, meskipun menyangkut anggota keluarga inti kerajaan.
Aktivitas kerajaan berjalan normal
Di tengah sorotan tajam publik, agenda kerajaan tetap berlangsung. Raja dan Ratu menjalani tiga audiensi terpisah di Istana St James sesuai jadwal resmi.
Sementara itu, Ratu Camilla menghadiri konser orkestra siang hari di Sinfonia Smith Square, Westminster. Di kesempatan berbeda, Putri Anne mengunjungi HMP Leeds dalam kapasitasnya sebagai pelindung Butler Trust—lembaga amal yang mendukung kinerja staf penjara, lembaga pemasyarakatan, serta sistem peradilan remaja di Inggris.
Langkah keluarga kerajaan yang tetap menjalankan tugas resmi dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas institusi di tengah krisis reputasi yang kembali mencuat.
Respons Pemerintah Inggris
Beberapa jam sebelum penangkapan diumumkan, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan pernyataan tegas terkait prinsip kesetaraan di hadapan hukum.
“Tidak ada seorang pun yang kebal hukum,” ujar Starmer.
Ia juga menambahkan bahwa siapa pun yang memiliki informasi relevan diharapkan memberikan kesaksian kepada pihak berwenang.
Pernyataan tersebut kini menjadi sorotan, mengingat jarak waktunya yang sangat dekat dengan kabar penangkapan Andrew.
Momen bersejarah bagi Monarki Inggris
Penahanan Andrew diyakini sebagai peristiwa pertama dalam sejarah ketika anggota keluarga kerajaan Inggris secara resmi ditahan untuk diperiksa polisi dalam dugaan perkara pidana.
Kasus ini kembali membuka babak baru dalam kontroversi panjang yang menyeret nama Andrew terkait hubungan masa lalunya dengan Jeffrey Epstein. Meski sebelumnya ia telah membantah berbagai tudingan, proses hukum terbaru ini menandai eskalasi signifikan dalam penyelidikan.
Publik kini menanti kelanjutan proses hukum, termasuk hasil penggeledahan properti dan keputusan aparat terkait status hukum Andrew ke depan. Sementara itu, sikap tegas Raja Charles menjadi sorotan sebagai simbol komitmen monarki terhadap prinsip keadilan dan transparansi di era modern.

